Skip to main content

Makalah Pendidikan Karakter "Hormat Pada Orang Lain"

Pendidikan Karakter merupakan salah satu Mata Kuliah wajib di perkuliahan saya, dan salah satu materi dan perkuliahan tersebut adalah  Hormat Pada Orang lain.  berikut ini merupakan contoh Makalah tentang Hormat Pada Orang lain yang mungkin bisa dijadikan referensi bagi para pembaca, semoga bermanfaat :)
BAB I
PENDAHULUAN
   A.    Latar Belakang
Dewasa ini, kita melihat banyaknya gejala sosial yang berlaku di segenap lapisan masyarakat kita.Terlalu banyak sebab yang dapat dikaitkan sebagai punca berlakunya gejala-gejala tersebut.Salah satu dari sebab-sebab ini ialah terkikisnya nilai-nilai murni kesopanan dan rasa hormat-menghormati antar sesama yang disemaikan agama dan budaya sejagat. Makalah ini akan menyentuh hanya satu aspek budaya dan agama yang semakin hari semakin luput yaitu sikap saling menghormati sesama manusia.

   B.     Rumusan Masalah
1.      Apa saja bentuk-bentuk penghormatan pada orang lain?
2.      Apa saja hal yang menunjukkan kepedulian terhadap kesehatan sesama?
3.      Bagaimana menunjukkan perilaku hormat, santun, dan peduli terhadap sesama?

   C.    Tujuan
1.      Untuk mengetahui bentuk-bentuk penghormatan terhadap orang lain
2.      Untuk mengetahui hal yang menunjukkan kepedulian terhadap sesama
3.      Untuk mengetahui bagaimana menunjukkan perilaku hormat, santun, dan peduli terhadap sesama
4.      Untuk memenuhi tugas mata kuliah “pendidikan karakter”






BAB II
PEMBAHASAN

   A.    Bentuk-Bentuk Penghormatan pada Orang Lain
Menurut Thomas lickona (2013:96) bentuk-bentuk Penghormatan:
1.      Hormatilah diri sendiri.
 Oleh karena Anda harus menghormati orang lain seperti Anda ingin dihormati, sangatlah penting bahwa Anda menghormati diri Anda sendiri sama seperti Anda bersikap hormat dan baik kepada orang lain.
·         Jika Anda mempunyai pemikiran yang sepertinya mengatakan bahwa "Saya akan menjadi orang yang mementingkan diri sendiri jika saya tidak memberikan seluruh waktu saya untuk membantu orang lain" cobalah Anda bentuk lagi pemikiran ini agar kalimatnya menjadi seperti ini "Dengan memberikan waktu kepada diri sendiri, saya akan bisa memperhatikan orang lain dengan lebih baik."
·         Jika seseorang tidak menghormati Anda, pertanyakanlah nilai hakiki Anda sebagai manusia, Anda berhak untuk mempertanyakannya. Jika seseorang membuat pernyataan yang sifatnya mendiskriminasi atau kejam, bicaralah. Katakan kepada mereka apa yang membuat Anda merasa tidak dihormati dan apa sebabnya.
2.      Dengarkanlah dengan sungguh-sungguh.
Banyak orang yang tidak mampu mendengarkan dengan baik, karena mereka mudah terganggu, selalu memeriksa ponsel mereka, atau sibuk memikirkan apa yang selanjutnya ingin mereka katakan. Belajarlah untuk bisa sungguh-sungguh mendengarkan pada saat orang lain sedang berbicara.
·         Tataplah mata orang yang sedang berbicara. Jangan biarkan pandangan Anda berkeliaran ke seluruh ruangan, atau mereka akan merasa bahwa Anda tidak memperhatikan apa yang sedang mereka katakan,
·         Berikanlah perhatian selama mereka berbicara. Matikan dulu ponsel Anda, atau matikan nada deringnya, dan jika Anda menyadari bahwa pikiran Anda teralihkan, mintalah mereka mengulang apa yang baru saja mereka katakan agar Anda bisa kembali melanjutkan percakapan.
3.      Jangan mengganggu waktu dan keleluasaan pribadi orang lain.
 Di jaman modern seperti saat ini, kita tidak lagi mempunyai banyak waktu, jadi jika Anda sampai terpaksa mengusik keleluasaan pribadi orang lain, pastikanlah bahwa hal ini memang benar-benar harus Anda lakukan (misalnya karena rumahnya terbakar, atau ada kecelakaan).
·         Jangan mengganggu seseorang yang sedang membaca di tempat umum, seperti di kedai kopi, dalam kendaraan umum, di taman, terutama jika mereka sedang memakai penyuara telinga.
·         Jika Anda tinggal serumah bersama orang lain, tanyakan terlebih dulu sebelum Anda mengundang serombongan orang untuk berkumpul di rumah, dan mintalah persetujuannya.
4.      Tanggapilah gagasan orang lain dengan penuh perhatian.
Dengarkan gagasan, pendapat, dan nasihat dari orang lain dengan pikiran yang terbuka. Anda tidak harus setuju dengan mereka, tetapi berikanlah kesediaan Anda untuk memikirkan apa yang mereka katakan.
·         Contohnya, jika seorang rekan kerja menyampaikan kepada Anda sebuah gagasan yang menurut Anda sangat aneh, atau tidak bisa diterapkan, berikanlah kesediaan untuk mendengarkan gagasannya dan pertimbangkanlah pro dan kontranya. Anda mungkin akan terkejut.
·         Jika seseorang menyampaikan gagasan yang tidak sopan atau menyakiti perasaan orang lain (misalnya mereka membahas tentang ras atau seksisme) Anda tidak mempunyai kewajiban untuk mendengarkan ucapan mereka dan jika Anda bisa, Anda harus menjelaskan kepada mereka bahwa apa yang mereka katakan adalah pandangan-pandangan yang tidak pantas untuk dibahas.
5.      Jangan mengganggu waktu dan keleluasaan pribadi orang lain.
 Di jaman modern seperti saat ini, kita tidak lagi mempunyai banyak waktu, jadi jika Anda sampai terpaksa mengusik keleluasaan pribadi orang lain, pastikanlah bahwa hal ini memang benar-benar harus Anda lakukan (misalnya karena rumahnya terbakar, atau ada kecelakaan).
·         Jangan mengganggu seseorang yang sedang membaca di tempat umum, seperti di kedai kopi, dalam kendaraan umum, di taman, terutama jika mereka sedang memakai penyuara telinga.
·         Jika Anda tinggal serumah bersama orang lain, tanyakan terlebih dulu sebelum Anda mengundang serombongan orang untuk berkumpul di rumah, dan mintalah persetujuannya.
6.      Budayakanlah perilaku yang baik.
Caranya semudah mengucapkan "terima kasih" dan "tolong" pada saat Anda meminta sesuatu dari orang lain. Cara ini menunjukkan bahwa Anda menghargai waktu dan usaha yang orang lain berikan untuk menolong Anda dan membuat mereka merasa dihormati.
·         Contoh lain dari perilaku yang baik misalnya dengan tidak menyela sebuah pembicaraan. Jika ada yang harus Anda sampaikan, tunggulah sampai Anda bisa menemukan waktu yang tepat untuk mulai berbicara.
Menurut Zubaedim (2012:28) mengemukakan bagaimana cara menghormati orang lain yaitu sebagai berikut:
1.      Hargai perbedaan
Ada banyak perbedaan pada setiap manusia, seperti kondisi sosial ekonomi, pekerjaan dan peran. Misalnya, anak melihat tukang sampah di depannya, kemudian ia merasa jijik dengan hal tersebut. Anak bisa saja mengeluarkan kata-kata yang tidak baik.Nah, Mom bisa mengajaknya berdiskusi mengenai profesi orang tersebut.Beri pandangan pada anak bahwa mengelola sampah merupakan tugas mulia yang dijalankan oleh tukang sampah. Minta anak untuk membayangkan apa yang terjadi jika tidak ada seorang pun yang mau menangani sampah. Dengan demikian, diharapkan anak mampu berperilaku yang tepat saat melihat tukang sampah
2.        Tumbuhkan rasa empati anak
Rumus sederhananya: jika orangtua berempati pada anak, maka anak akan lebih mudah berempati pada orang lain. Hal-hal kecil yang bisa Mom lakukan, ketika anak sedang belajar kemudian ia mengantuk, Mom sebagai orangtua bisa memberikannya pengertian dengan berkata pada anak untuk melanjutkan belajarnya esok hari. Mendengar hal itu, anak akan merasa dimengerti dan dihormati sebagai pribadi 
3.      Jangan lupa bilang “tolong” dan “terima kasih”
Sering kali kita meminta anak untuk mengucapkan kata “tolong” saat membutuhkan bantuan dan mengucapkan “terima kasih” saat sudah diberikan bantuan. Sayangnya, kita kerap lupa mengucapkan kata-kata ‘sakti’ tersebut . Kata “tolong” dan “terima kasih” adalah kata-kata singkat, namun penting untuk menunjukkan sikap hormat pada orang lain
4.      Biasakan untuk meminta maaf saat melakukan kesalahan
Jika  berjanji pada  seseorang untuk mengajak ke arena bermain atau nonton bioskop, ia tentunya berharap janji itu akan ditepati. Namun, suatu ketika orang tua membatalkannya dan tidak jadi pergi karena sedang tidak enak badan misalnya.Hal yang dapat kita lakukan adalah meminta maaf.kitaharus jujur mengakui bahwa diri kita tidak bisa menepati janji akan menjadi ‘obat’ penghilang rasa kecewa.
B.  Peduli Terhadap Kesehatan Sesama
Diantara kita, banyak sekali yang sekiranya kurang memperdulikan keadaan jasmaninya, karena mereka menganggap bahwa itu hal yang tidak penting.Bagi mereka, yang lebih penting adalah penunaian amanah-amanah dengan sukses dan sesuai dengan aturan-aturan yang telah diketahui.Kurang peduli terhadap jasmani atau fisik bisa seperti tidak menjaga asupan makanan yang sehat dan bergizi, sehingga seringkali tubuh mudah terkena penyakit atau virus, kemudian tidak diobati dengan tuntas sehingga menjadi penyakit yang begitu parah.(Sutrajo Adisusilo, 2013:65)
Kekurang pedulian yang lainnya seperti tentang kebersihan tubuh.Kebersihan tubuh bisa seperti kebersihan pakaian, rumah tempat tinggal, kamar pribadi, kebiasaan sehari-hari, pergaulan di luar, dan lain-lain.Termasuk kurang peduli kepada penampilan, misalnya memakai pakaian dengan warna yang mencolok, tidak serasi, memakai pakaian tidak sesuai dengan waktunya atau acaranya dan jilbab yang tidak rapih.Tetapi banyak pula muslimah yang memperlakukan tubuhnya secara berlebihan, sehingga cenderung berperilaku boros, baik untuk pakaian yang dikenakan, perawatan tubuh mereka, aksesoris perhiasan, dan lain sebagainya.(M. AR. Gayo, 1990:34)
Sehingga pakaian muslimah yang digunakan tidak seusai lagi dengan syar’i (penutup auratnya dengan tidak tipis/menerawang/ketat, berwarna mencolok mata). Seorang muslimah yang mensyukuri nikmat tubuhnya, tentunya akan senantiasa bersikap proporsional, menjaga dan merawat fisiknya dengan baik. Menjaga asupan energi dari makanan dan minuman dengan memilih yang halal, bersih, serta bergizi.Berolahraga dengan teratur agar kesehatan tetap terjaga.Porsi tidur yang cukup dan berkualitas, bukan kuantitas.Karena kebersihan merupakan sebagian dari iman, menjaga kebersihan diri (kebersihan kulit, wajah, rambut, kuku, bau aroma tubuh) dan lingkungan (kamar tidur, toilet, pekarangan rumah) merupakan beberapa hal yang harus dilakukan untuk menjaga kesehatan dan kebersihan seorang muslimah.(Doni Koesoema, 2010:38)
Kesehatan wanita di masa muda akan sangat berpengaruh bagi kehidupannya kelak jika telah berkeluarga. Misalnya untuk kesehatan reproduksinya, kesehatan organ seksualnya, kekuatan tubuhnya untuk hamil, menyusui, mengurus rumah tangga, dan aktif di masyarakat. Dalam berpakaian pun senantiasa sesuai dengan syari’at, rapih, bersih, sehingga menciptakan kesan yang baik di masyarakat, sebagaimana keharusan sosok wanita muslim. Ini merupakan bagian dari wujud sebagai rasa syukur kita kepada Allah SWT yang telah memberi kita nikmat hidup yang begitu berlimpah. (Doni Koesoema, 2010:62)

Selain itu, M. AR. Gayo Mengatakan (1990:67) untuk menunjukan rasa kepedulian kita kepada kesehatan sesama, ada beberapa hal yang dapat kita lakukan misalnya :
1.      Tidak Merokok Sembarangan
Semua orang, telah mengetahui dampak negatif rokok bagi kehidupan.Menurut penelitian, bahwa kurang lebih 11.000 orang meninggal akibat rokok.Hal tersebut terjadi karena setiap seseorang menyalakan sebatang rokok, setiap kali pula seseorang tersebut terkena lebih dari 4.000 bahan kimia beracun yang membahayakan.
Rokok mengandung 8 hingga 20 mg nikotin.Setelah dibakar, sekitar 25 persen nikotin masuk ke dalam sirkulasi darah, dan dengan waktu 15 detik sampai ke otak manusia.
Dengan demikian, penghisap asap sampingan (perokok pasif) memiliki risiko yang lebih tinggi untuk menderita gangguan kesehatan akibat rokok. Perokok pasif adalah orang-orang yang tidak merokok, namun menjadi korban perokok karena turut mengisap asap sampingan (di samping asap utama yang diembuskan balik oleh perokok).Oleh karena itu, dapat dipahami mengapa angka kejadian penyakit akibat rokok lebih tinggi pada perokok pasif daripada perokok aktif. Dan bagi anak-anak di bawah umur, terdapat risiko kematian mendadak akibat terpapar asap rokok.
2.      Menjaga Kebersihan
Permasalahan mengenai sampah merupakan hal yang sangat membutuhan perhatian khusus karena sampah menjadi persoalan nasional. Kegagalan dalam pengelolaan sampah berimbas pada menurunnya kualitas kesehatan warga masyarakat, merusak estetika sekolah.,
Bahkan menurut ahli kesehatan, polusi sampah.mengakibatkan dampak buruk yaitu pertama, terhadap kesehatan. Hal ini bisa mengakibatkan meningkatnya penyakit infeksi saluran pencernaan, kolera, tifus, disentri, dll karena faktor pembawa penyakit tersebut, terutama lalat, kecoa, meningkat akibat sampah yang menggunung, khususnya meningkatnya penyakit di TPA, demam berdarah, dsb
Pembuangan sampah yang selama ini banyak dilakukan adalah dengan ditumpuknya dipinggir jalan, sehingga dapat mengganggu lancarnya arus transportasi, demikian juga dengan lingkungan sekolah kita yang kadang-kadang kita semua tidak peduli terhadap kebersihan lingkungan sekolah baik didalam maupun diluar.
Apalagi kalau ada sampahsampah plastik yang tidak bisa diuraikan oleh tanah, akan mengakibatkan menumpuknya sampah dan limbah. Disaat musim hujan tiba, saluran tidak bisa menahan air yang deras dan akhirnya terjadilah pengikisan tanah atau teras dan sangat tidak sanggup menahan tekanan air tadi dan lalu mencari daratan baru, yang akhirnya meluap kepermukaan dan akan menyebabkan banjir.
Begitupun dampak dari sampah yang dibakar, mungkin pembakaran sampah di pekarangan rumah lebih praktis, tapi dalam jangka waktu yang panjang cara seperti ini sebenarnya merugikan individu yang bersangkutan, komunitas, dan lingkungan secara keseluruhan. Polusi yang kelihatannya sedikit ini lamalama menjadi bukit, karena polusi ini perlahanlahan akan membuat sebagian orang yang seharusnya hidup sehat menjadi sakit, antara lain sakit gangguan pernafasan.
Perlu kita tahu bahwa lingkungan bersih atau tidaknya berdampak besar bagi  otak manusia. Karena oksigen berupa O2 yang dihirup melalui paru – paru sebagian besar  berfungsi untuk memperlancar peredaran darah melalui saraf otak manusia. Hal inilah yang selalu dikhawatirkan oleh manusia.Sehingga mereka dapat menjaga kebersihan lingkungan disekitarya.Oleh karena itu peran masyarakat dan kepedulian masyarakat sangat dibutuhkan dalam rangka mewujudkan lingkungan yang bersih agar kita semua dapat terhindar dari berbagai macam penyakit.
3.      Bahaya Alkohol
Alkohol adalah zat penekan susunan syaraf pusat meskipun dalam jumlah kecil mungkin mempunyai efek stimulasi ringan. Bahan psikoaktif yang terdapat dalam alkohol adalah etil alkohol yang diperoleh dari proses fermentasi madu, gula sari buah atau umbi umbian.
Pengaruh alkohol terhadap tubuh bervariasi, tergantung pada beberapa faktor yaitu :
- Jenis dan jumlah alkohol yang dikonsumsi
- Usia, berat badan, dan jenis kelamin
- Makanan yang ada di dalam lambung
- Pengalaman seseorang minum- minuman beralkohol
- Situasi dimana orang minum

Euphoria ringan dan stimulasi terhadap perilaku lebih aktif seiring dengan meningkatnya konsentrasi alkohol di dalam darah.Sayangnya orang banyak beranggapan bahwa penampilan mereka menjadi lebih baik dan mereka mengabaikan efek buruknya. Resiko intoksikasi (”mabuk”) Gejala intoksikasi alkohol yang paling umum adalah ”mabuk”, ”teler” sehingga dapat menyebabkan kematian.
Penurunan kesadaran seperti koma dapat terjadi pada keracunan alkohol yang berat demikian juga henti nafas dan kematian. Selain kematian, efek jangka pendek alkohol dapat menyebabkan hilangnya produktifitas kerja (misalnya ”teler, kecelakaan akibat ngebut). Sebagai tambahan, alkohol dapat menyebabkan perilaku kriminal.70 % dari narapidana menggunakan alkohol sebelum melakukan tindak kekerasan dan lebih dari 40 % kekerasan dalam rumah tangga dipengaruhi oleh alkohol. Pengaruh Jangka Panjang Mengkonsumsi alkohol berlebiha dalam jangka panjang dapat menyebabkan :
- Kerusakan jantung
- Tekanan Darah Tinggi
- Stroke - Kerusakan hati
- Kanker saluran pencernaan
- Gangguan pencernaan lainnya (misalnya tukak lambung)
- Impotensi dan berkurangnya kesuburan
- Meningkatnya resiko terkena kanker payudara
- Kesulitan tidur      
- Kerusakan otak dengan perubahan kepribadian dan suasana perasaan
- Sulit dalam mengingat dan berkonsentrasi.
4. Bahaya Narkoba
Narkoba (singkatan dari Narkotika, Psikotropika dan Bahan Adiktif berbahaya lainnya) adalah bahan/zat yang jika dimasukan dalam tubuh manusia, baik secara oral/diminum, dihirup, maupun disuntikan, dapat mengubah pikiran, suasana hati atau perasaan, dan perilaku seseorang. Narkoba dapat menimbulkan ketergantungan (adiksi ) fisik dan psikologis. Narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman, baik sintetis maupun semi sintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa nyeri dan dapat menimbulkan ketergantungan (Undang-Undang No. 22 tahun 1997).
Dari segi efek dan dampak yang ditimbulkan pada para pemakai narkoba dapat dibedakan menjadi 3 (tiga) golongan :
- Upper adalah jenis narkoba yang membuat si pemakai menjadi aktif seperti sabu-sabu, ekstasi dan amfetamin.
- Downer adalah golongan narkoba yang dapat membuat orang yang memakai jenis narkoba itu jadi tenang dengan sifatnya yang menenangkan / sedatif seperti obat tidur (hipnotik) dan obat anti rasa cemas.
- Halusinogen adalah napza yang beracun karena lebih menonjol sifat racunnya dibandingkan dengan kegunaan medis.
Dampak penyalahgunaan narkoba pada seseorang sangat tergantung pada jenis narkoba yang dipakai, kepribadian pemakai dan situasi atau kondisi pemakai.Secara umum, dampak kecanduan narkoba dapat terlihat pada fisik, psikis maupun sosial seseorang. Dampak Fisik: Gangguan pada system syaraf (neurologis) seperti: kejang-kejang, halusinasi, gangguan kesadaran, kerusakan syaraf tepi. Gangguan pada jantung dan pembuluh darah (kardiovaskuler) seperti: infeksi akut otot jantung, gangguan peredaran darah.
Doni Kosoema mengatakan (2010:34) Upaya yang dapat dilakukan untuk menanggulangi pecandu narkoba adalah:
1.      Memberikan bimbingan dan penyuluhan serta bimbingan untuk taat beragama serta patuh terhadap hukum kepada semua lapisan masyarakat secara selektif dan prioritas.
2.      Melaksanakan bimbingan serta menyalurkan kegiatan masyarakat terutama generasi muda yang ada kepada kegiatan positif seperti olahraga, kesenian dan lain-lain.
3.      Melaksanakan kegiatan edukatif dengan sasaran menghilangkan faktor-faktor peluang, pola hidup bebas Narkoba dan penerangan secara dini terhadap penyalahgunaan Narkoba

   C.     Menunjukkan Perilaku Hormat, Santun, dan Peduli Sesama
1.      Perilaku hormat
Menghormati seseorang berarti melayani dengan penuh sopan, memandang tinggi kepadanya dan menghargai kebaikannya. Sikap sebegini telah lama digariskan di dalam syariat yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW dan melalui contoh-contoh sikap Rasulullah SAW yang ditonjolkan kepada kita sejajar dengan maksud sebuah hadis yang berbunyi: “Se
sungguhnya akhlak Rasulullah itu ialah seperti yang terdapat dalam al Quran” (Riwayat Bukhari Muslim). Allah SWT menyuruh kita memandang kepada Nabi Muhammad SAW sebagai contoh terbaik dalam kehidupan kita sebagaimana firmanNya di dalam surah al Qalam ayat 4: “Dan bahawa sesungguhnya engkau (Nabi Muhammad SAW) mempunyai akhlak yang amat mulia.” (Agus Wibowo & Sigit Purnama, 2013:44)
Agama suci Islam telah memberi panduan yang jelas dalam aspek menghormati sesama makhluk Allah sama ada menghormati sesama manusia mahupun makhluk-makhluknya yang lain. Ini khususnya untuk memelihara hubungan yang baik kerana keberadaan kita di muka bumi ini menuntut kerjasama yang telus buat penakatan. Bahkan, lebih jauh lagi, menghormati sesama manusia mencakupi hormat kepada yang tidak seusia iaitu antara yang muda kepada yang tua dan yang tua kepada yang muda sebagaimana maksud hadis: “Barangsiapa tidak menaruh hormat kepada orang yang lebih tua diantara kami atau tidak mengasihani yang lebih muda, tidaklah termasuk golongan kami” (Hadis sahih riwayat Imam Ahmad dan disepakati yang lain). (Agus Wibowo & Sigit Purnama, 2013:52)
Sebagai seorang mahasiswa kita wajib menghormati orang lain. Baik itu pendapat, sikap, tingkah laku maupun keyakinan. Kita tidak boleh mencaci maki keyakinan orang lain. Kita harus bisa menghormati keyakinan atau pendapat orang lain. Ada pepatah yang mengatakan kalau kita mau dihormati, maka kita harus menghormati dulu. Mungkin pepatah itu bisa dijadikan motivasi buat kita aagar kita bissa menghormati orang lain. (Wahyudin Sumpeno, 2009: 45)
2.      Santun
Santun adalah satu kata sederhana yang memiliki arti banyak dan dalam, berisi nilai-nilai positif yang dicerminkan dalam perilaku dan perbuatan positif. Perilaku positif lebih dikenal dengan santun yang dapat diimplementasikan pada cara berbicara, cara berpakaian, cara memperlakukan orang lain, cara mengekspresikan diri dimanapun dan kapan pun. Santun yang tercermin dalaman perilaku bangsa Indonesia ini tidak tumbuh dengan sendirinya namung juga merupakan suatu proses yang tidak bisa dilepaskan dari sejarah bangsa yang luhur. (Thomas Lickona, 2013:54)
3.      Peduli Sesama
Kehidupan masyarakat sekarang ini bergeser menjadi lebih individualis.Kebersamaan danm saling tolong-menolong dengan penuh ketulusan yang dahulu menjadi ciri khas masyarakat kita semakin menghilang.Kepedulian terhadap sesamapun semakin menipis.Konsentrasi kehidupan masyarakat sekarang ini didominasi pada bagaimana mencapai mimpi-mimpi materialis. (Ngainun Naim, 2012:207)
Pergeseran kehidupan ini disebabkan oleh berbagai faktor.Salah satunya adalah faktor perubahan sosial yang berlangsung secara masif.Berhubungan dengan sesama manusia senantiasa penuh dengan dinamika.Tidakselalu semuanya berjalan baik dan harmonis.Tidak jarang terjadi perbedaan. Munculnya konflik dan kekerasan yang belakangan banyak terjadi di daerah indonesia menunjukkan bagaimana perbedaan tidak dijadikan sebagai potensi untuk membangun kekayaan khazanah hidup. Padahal perbedaan merupakan bagian dari hukum tuhan yang tidak mungkin untuk dihindari.Oleh karena itu perbedaan harus dijadikan sebagai sarana untuk memperjkaya kehidupan. (Muchlas Sumani dan Hariyanto, 2011: 67)
Berkaitan dengan hal ini, penting merenungkan pendapat filsuf Deeepak Chora.Beliau menyatakan “kalau kamu melayani sesama, kamu mendapatkan balasan yang lebih banyak.Kalau kamu memberikan hal yang baik, hal yang baik akan mengalir kepadamu.”Peduli sesama harus dilakukan tanpa pamrih. Tanpa pamrih berarti tidak mengharapkan balasan atau pemberian apapun yang kita lakukan kepada orang lain. Jadi saat melakukan aktivitas sebagai bentuk kepedulian, tidak ada keenggenan atau ucapan menggerutu.(Toto Suharto, 2012: 59)
BAB III
PENUTUP
   A.    kesimpulan
Sebagai seorang, kita wajib menghormati orang lain. Baik itu pendapat, sikap, tingkah laku maupun keyakinan. Kita tidak boleh mencaci maki keyakinan orang lain. Kita harus bisa menghormati keyakinan atau pendapat orang lain. Ada pepatah yang mengatakan kalau kita mau dihormati, maka kita harus menghormati dulu. Mungkin pepatah itu bisa dijadikan motivasi buat kita aagar kita bissa menghormati orang lain.

  B.     Kritik dan Saran
Dalam makalah ini tentunya ada banyak sekali koreksi dari para pembaca, karena kami menyadari makalah ini jauh dari sempurna.Maka dari itu kami mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari para pembaca yang dengan itu semua kami harapkan makalah ini akan menjadi lebih baik lagi.

  
DAFTAR PUSTAKA

Naim, Ngainun. 2012. Character Building. Yogjakarta: Ar-Ruzz Media
Suharto, Toto. 2012. Pendidikan Berbasis Masyarakat. Yogyakarta: LKIS Yogyakarta

Samani, Muchlas, dkk. 2011. Pendidikan Karakter. Bandung: Remaja Rosdakarya Offset

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Makalah Iman,Islam dan Ihsan

BAB I Pendahuluan    A.     Latar Belakang Sebagai seorang manusia kita pasti menginginkan kehidupan yang tenang dan bahagia. Untuk mencapai keinginan itu kita pasti membutuhkan tuntunan dalam manjalankan hidup, yaitu agama. Dengan agama hidup kita akan lebih terarah karena kita senantiasa dituntut untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Dalam mendalami agama kita juga membutuhkan sebuah keyakinan karena kita mempelajari hal yang ghaib. Dengan hal tersebut mendorong kita untuk selalu berbuat baik. Dalam agama Islam kita mengenal konsep Iman dan Ihsan. Kedudukan Ihsandalam kehidupan merupakan hal yang penting. Kadang kala kita sebagai seorang muslim yang sudah diberikan tuntunan masih saja melakukan hal-hal yang tidak baik. Ini diakibatkan karena tingkat keimanan yang tidak stabil. Kita tahu bahwa Ihsan merupakan realisasi dari Iman. Oleh karena itu, kita harus mengetahui bagaimana kaitan antara Islam, Iman, dan Ihsa...

Si Buta yang Mulia (Surah Abasa)

Sahabat Rasulullah yang satu ini memang bukan orang yang terkenal. Ia bukan seorang petinggi suatu suku, bukan penyair hebat dan bukan pula pria yang gagah perkasa. Ia hanyalah seorang rakyat biasa di tengah-tengah hiruk pikuk kota Mekkah, yang berjuang untuk menghidupi dirinya seorang. Mengenai namanya, masih ada perselisihan di antara kaum muslimin. Penduduk kota Madinah berpendapat bahwa namanya ialah Abdullah bin Ummi Maktum, tetapi orang Iraq berpendepat berbeda namanya adalah ‘Amru bin Ummi Maktum. Walau begitu, mereka semua sepakat bahwa nama ibunya adalah Atikah binti Abdullah bin Ma’ish. Ya, ia adalah putra dari bibi Siti Khadijah binti Khuwalid. Ibnu Ummi Maktum memang buta sejak lahir. Penduduk kota Mekkah kala itu mengenal pribadinya sebagai orang yang ulet mencari rezeki dan belajar mengenai berbagai macam ilmu pengetahuan. Sebagai ganti penglihatannya, ia diberkahi daya ingat yang kuat, sehingga segala sesuatu yang ia dengar dari orang-orang akan ia ingat dalam waktu...