Skip to main content

Filosofi Berkah


Setiap Manusia jika ditanya mengenai kehidupan pasti memilih kehidupan yang berkah, jika diberikan pilihan umur yang panjang atau umur yang berkah tentunya mereka memilih umur yang berkah. Semuanya seolah menginginkan keberkahan dalam kehidupannya.
Berbicara tentang keberkahan, disini setidaknya ada 5 (lima) Filosofi yang menggambarkan bahwasanya yang kita miliki saat ini adalah sesuatu yang berkah, kelima filosofi tersebut adalah
1.      Pertumbuhan
Filosofi pertama yang menandakan bahwa sesuatu yang kita miliki merupakan sesuatu yang berkah adalah tumbuh, semakin bertambah banyak dari hari kehari misalkan Harta yang kita miliki selalu bertambah, itu merupakan sebuah tanda bahwasanya harta kita merupakan harta yang berkah.
2.      Stabilitas / Kesinambungan
Untuk mengetahui apakah sesuatu yang kita miliki berkah atau tidak adalah sesuatu itu sifatnya stabil atau bertahan, jadi setelah tadi sesuatu itu tumbuh dan bertambah tidak langsung hilang atau habis begitu saja, tapi juga sesuatu itu bisa stabil.
3.      Kebahagiaan
Setelah tadi sesuatu yang kita miliki itu tumbuh bertambah banyak, kemudian stabil pertumbuhannya tidak langsung hilang atau habis maka filosofi yang menandakan sesuatu itu berkah adalah kebahagiaan, apakah sesuatu yang tumbuh dan stabil tadi membawakan kebahagiaan untuk kita atau tidak, jika iya maka ini lah tanda dari keberkahan sesuatu yang kita miliki.
4.      Kebermanfaatan
Pertumbuhan, stabilitas, kebahagiaan sesuatu yang kita miliki tidak bisa begitusaja  kita katakan sebagai pertanda sesuatu itu berkah jika sesuatu tersebut tidak memiliki nilai kebermanfaatan.
5.      Semua dibingkai dalam konteks ketuhanan
Maksutnya dibingkai dalam konteks ketuhanan adalah sesuatu apapun harta,keluarga dan lain sebagainya tidak akan menjadi berkah jika tidak kita niatkan karena Allah SWT. Ini adalah filosofi yang paling penting, mungkin harta kita semakin hari semakin banyak dan juga stabil dengan itu menimbulkan sebuah rasa kebahagiaan di dalam hati kita, kemudian harta kita juga bermanfaat bagi orang lain namun jika semua itu kita lakukan bukan karena Allah, maka harta yang kita miliki belum bisa kita katakan sebuah harta yang berkah.

Comments

Popular posts from this blog

Makalah Pendidikan Karakter "Hormat Pada Orang Lain"

Pendidikan Karakter merupakan salah satu Mata Kuliah wajib di perkuliahan saya, dan salah satu materi dan perkuliahan tersebut adalah  Hormat Pada Orang lain.  berikut ini merupakan contoh Makalah tentang Hormat Pada Orang lain yang mungkin bisa dijadikan referensi bagi para pembaca, semoga bermanfaat :) BAB I PENDAHULUAN    A.     Latar Belakang Dewasa ini, kita melihat banyaknya gejala sosial yang berlaku di segenap lapisan masyarakat kita.Terlalu banyak sebab yang dapat dikaitkan sebagai punca berlakunya gejala-gejala tersebut.Salah satu dari sebab-sebab ini ialah terkikisnya nilai-nilai murni kesopanan dan rasa hormat-menghormati antar sesama yang disemaikan agama dan budaya sejagat. Makalah ini akan menyentuh hanya satu aspek budaya dan agama yang semakin hari semakin luput yaitu sikap saling menghormati sesama manusia.    B.      Rumusan Masalah 1.       Apa saja bentuk-bentuk ...

Makalah Iman,Islam dan Ihsan

BAB I Pendahuluan    A.     Latar Belakang Sebagai seorang manusia kita pasti menginginkan kehidupan yang tenang dan bahagia. Untuk mencapai keinginan itu kita pasti membutuhkan tuntunan dalam manjalankan hidup, yaitu agama. Dengan agama hidup kita akan lebih terarah karena kita senantiasa dituntut untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Dalam mendalami agama kita juga membutuhkan sebuah keyakinan karena kita mempelajari hal yang ghaib. Dengan hal tersebut mendorong kita untuk selalu berbuat baik. Dalam agama Islam kita mengenal konsep Iman dan Ihsan. Kedudukan Ihsandalam kehidupan merupakan hal yang penting. Kadang kala kita sebagai seorang muslim yang sudah diberikan tuntunan masih saja melakukan hal-hal yang tidak baik. Ini diakibatkan karena tingkat keimanan yang tidak stabil. Kita tahu bahwa Ihsan merupakan realisasi dari Iman. Oleh karena itu, kita harus mengetahui bagaimana kaitan antara Islam, Iman, dan Ihsa...

Si Buta yang Mulia (Surah Abasa)

Sahabat Rasulullah yang satu ini memang bukan orang yang terkenal. Ia bukan seorang petinggi suatu suku, bukan penyair hebat dan bukan pula pria yang gagah perkasa. Ia hanyalah seorang rakyat biasa di tengah-tengah hiruk pikuk kota Mekkah, yang berjuang untuk menghidupi dirinya seorang. Mengenai namanya, masih ada perselisihan di antara kaum muslimin. Penduduk kota Madinah berpendapat bahwa namanya ialah Abdullah bin Ummi Maktum, tetapi orang Iraq berpendepat berbeda namanya adalah ‘Amru bin Ummi Maktum. Walau begitu, mereka semua sepakat bahwa nama ibunya adalah Atikah binti Abdullah bin Ma’ish. Ya, ia adalah putra dari bibi Siti Khadijah binti Khuwalid. Ibnu Ummi Maktum memang buta sejak lahir. Penduduk kota Mekkah kala itu mengenal pribadinya sebagai orang yang ulet mencari rezeki dan belajar mengenai berbagai macam ilmu pengetahuan. Sebagai ganti penglihatannya, ia diberkahi daya ingat yang kuat, sehingga segala sesuatu yang ia dengar dari orang-orang akan ia ingat dalam waktu...